{"id":1330,"date":"2026-07-06T06:25:12","date_gmt":"2026-07-06T06:25:12","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/?p=1330"},"modified":"2026-07-06T06:25:12","modified_gmt":"2026-07-06T06:25:12","slug":"bikin-menggigil-suhu-tembus-18c-ini-wilayah-terdingin-di-banggai-menurut-bmkg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/?p=1330","title":{"rendered":"Bikin Menggigil! Suhu Tembus 18\u00b0C, Ini Wilayah Terdingin di Banggai Menurut BMKG"},"content":{"rendered":"\n<p data-path-to-node=\"3\"><b data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"0\">LUWUK<\/b> \u2014 Warga di sejumlah kawasan timur Sulawesi Tengah belakangan ini dilanda suhu dingin saat malam hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru yang menunjukkan adanya penurunan suhu udara cukup drastis di wilayah ini, khususnya menjelang dini hari.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Jika pada siang hari cuaca terasa hangat normal, kondisi sebaliknya justru terjadi selepas matahari terbenam. Otoritas cuaca mencatat suhu udara rata-rata merosot tajam di bawah 26\u00b0C. Bahkan di beberapa titik pemukiman, merkuri pada termometer bisa anjlok hingga menyentuh angka <b data-path-to-node=\"4\" data-index-in-node=\"279\">18\u00b0C sampai 24\u00b0C<\/b>.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Berdasarkan rilis resmi stasiun meteorologi setempat, berikut adalah pemetaan wilayah yang mencatatkan suhu paling dingin:<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"6\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"6,0,0\"><b data-path-to-node=\"6,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Kecamatan Kintom:<\/b> Menjadi kawasan paling dingin dengan potensi suhu minimum menyentuh <b data-path-to-node=\"6,0,0\" data-index-in-node=\"86\">18\u00b0C<\/b>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"6,1,0\"><b data-path-to-node=\"6,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Kota Luwuk &amp; Kecamatan Batui:<\/b> Mengalami penurunan suhu hingga kisaran <b data-path-to-node=\"6,1,0\" data-index-in-node=\"70\">19\u00b0C &#8211; 20\u00b0C<\/b>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"6,2,0\"><b data-path-to-node=\"6,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Kecamatan Toili &amp; Kecamatan Lamala:<\/b> Mengikuti di kisaran <b data-path-to-node=\"6,2,0\" data-index-in-node=\"57\">20\u00b0C &#8211; 23\u00b0C<\/b>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-path-to-node=\"7\">Dipicu Embun Pekat dan Faktor Musim<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"8\">Menurut analisis sinoptik BMKG, fenomena merosotnya suhu udara ini utamanya dipicu oleh kondisi cuaca yang berembun pekat serta pengaruh musim penghujan. Tingginya intensitas hujan membuat tingkat kelembapan udara di malam hari melonjak drastis hingga mencapai <b data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"261\">85% sampai 99%<\/b>. Kelembapan tinggi inilah yang mempercepat pelepasan panas bumi ke atmosfer, sehingga udara di permukaan terasa menusuk tulang.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">Kendati demikian, kondisi tersebut bersifat temporer. Memasuki siang hari, paparan sinar matahari akan kembali menstabilkan suhu udara di bumi batui dan sekitarnya ke angka rata-rata normal, yakni <b data-path-to-node=\"9\" data-index-in-node=\"197\">26\u00b0C hingga 29\u00b0C<\/b>.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Menyikapi perubahan cuaca yang fluktuatif ini,  sebaiknya masyarakat\u2014khususnya di lima kecamatan terdampak\u2014untuk lebih waspada menjaga imunitas tubuh. Perbedaan suhu yang kontras antara siang dan malam hari dinilai rentan memicu gangguan kesehatan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Warga yang kerap beraktivitas di luar ruangan pada malam hari atau subuh sangat disarankan untuk mengenakan pakaian tebal.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">Untuk memantau perkembangan cuaca secara <i data-path-to-node=\"13\" data-index-in-node=\"41\">real-time<\/i> dan akurat di lokasi Anda masing-masing, masyarakat dapat mengakses pembaruan data berkala melalui situs resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut analisis sinoptik BMKG, fenomena merosotnya suhu udara ini utamanya dipicu oleh kondisi cuaca yang berembun<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5840,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[26,167],"class_list":["post-1330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-publika","tag-banggai","tag-cuaca"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1330"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1330\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}