{"id":1422,"date":"2026-08-06T03:36:07","date_gmt":"2026-08-06T03:36:07","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/?p=1422"},"modified":"2026-08-06T03:36:07","modified_gmt":"2026-08-06T03:36:07","slug":"dapur-mbg-wajib-urus-slhs-atau-bakal-tutup-permanen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/?p=1422","title":{"rendered":"Dapur MBG Wajib Urus SLHS Atau bakal Tutup Permanen"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>JAKARTA <\/strong>&#8211; Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan semua Satuan<br \/>\nPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis<br \/>\n(MBG) memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Jika tidak,<br \/>\ndapur tersebut akan ditutup secara permanen.<\/p>\n<p>Kepala BGN Sudaryono<br \/>\nmenegaskan dalam pemberian SLHS untuk mitra dapur MBG tidak ada kriteria<br \/>\n baik, cukup, atau belum memenuhi syarat. Kriterianya adalah memenuhi<br \/>\nsemua syarat sanitasi yang ada, atau tidak mendapatkan SLHS sama sekali.<\/p>\n<p>&#8220;SLHS<br \/>\n ini bukan kok SLHS nya &#8216;baik&#8217;, &#8216;cukup&#8217;, nggak, ini antara 0 atau 1. You<br \/>\n memenuhi persyaratan SLHS-nya atau tidak, kalau nggak, tutup permanen.<br \/>\nJadi memang kita tidak mentolerir dapur-dapur yang secara sanitasi dan<br \/>\nhigienisnya itu kemudian tidak memenuhi standar,&#8221; kata Sudaryono dalam<br \/>\nkonferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu<br \/>\n(5\/8\/2026).<\/p>\n<p>&#8220;SLHS ini bukan syarat administrasi, bukan. Ini syarat mutlak.<br \/>\nIni antara nol sama satu. Jadi kalau misalnya SLHS-nya nggak memenuhi<br \/>\npersyaratan itu nol, semua dikali nol jadi nol gitu ya,&#8221; tegasnya lagi.<\/p>\n<p>Sudaryono<br \/>\n mengakui hingga saat ini memang masih ada sejumlah SPPG yang sudah<br \/>\nberoperasi namun belum memiliki SLHS. Dalam hal ini, BGN memberi batas<br \/>\nwaktu hingga 10 Agustus bagi dapur-dapur tersebut untuk segera memiliki<br \/>\nSLHS, atau kalau tidak akan ditutup secara permanen.<\/p>\n<p>&#8220;Memang ada<br \/>\nbeberapa dapur yang belum, sudah beroperasi tapi belum ada SLHS-nya.<br \/>\nKami berikan waktu untuk mengurus SLHS-nya sampai dengan tanggal 10,&#8221;<br \/>\nujarnya.<\/p>\n<p>Sudaryono menegaskan langkah ini dilakukan untuk menjamin<br \/>\n aspek sanitasi dan keamanan pangan setiap menu yang diberikan kepada<br \/>\npenerima manfaat. Sehingga pemerintah dapat mencegah terjadinya kasus<br \/>\nkeracunan makanan yang masih ada di beberapa wilayah.<\/p>\n<p>Sementara<br \/>\nbagi dapur-dapur yang kedapatan mengalami kasus keracunan akan langsung<br \/>\ndikenai sanksi tegas, mulai dari pembekuan operasional hingga pencopotan<br \/>\n pengelola SPPG.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap kejadian itu, satu dapurnya disuspen.<br \/>\nKemudian makanannya itu dicek di lab oleh dinas kesehatan di bawah<br \/>\npengawasan dari Kementerian Kesehatan, kita akan cari tahu. Kemudian<br \/>\nSPPG nya kami copot, dan kemudian kita investigasi, sebetulnya<br \/>\nkeracunannya karena apa,&#8221; jelas Sudaryono.<\/p>\n<p>Dalam hal ini,<br \/>\nSudaryono mengaku BGN tidak segan-segan untuk menyerahkan pengelola SPPG<br \/>\n ke jalur hukum apabila ditemukan indikasi kesengajaan atau kelalaian<br \/>\nfatal.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur<br \/>\nkesengajaan, sabotase dan lain-lain kami tidak segan-segan untuk<br \/>\nkemudian diperiksa oleh pihak kepolisian. Kalau salah ngapain dibela<br \/>\ngitu,&#8221; pungkas Sudaryono.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi dapur-dapur yang kedapatan mengalami kasus keracunan akan langsung dikenai sanksi tegas<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[181,154],"class_list":["post-1422","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-mbg","tag-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1422"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1422\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/blog.banggainesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}