More news:
Erupsi Gunung Merapi, Tinggi Letusan Capai 700 Meter
Blog / Nasional

Erupsi Gunung Merapi, Tinggi Letusan Capai 700 Meter

Gunung Semeru masih berstatus Waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi

Erupsi Gunung Merapi, Tinggi Letusan Capai 700 Meter
Share :

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

JATIM – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter
di atas permukaan laut (mdpl) kembali erupsi pada malam ini. Tinggi kolom
letusan mencapai 700 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 20.37 WIB dan
tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter
di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru,
Liswanto dilansir Antara, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu
dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan dibuat, erupsi masih
berlangsung.

Berdasarkan catatan petugas, gunung tertinggi di Pulau Jawa
itu telah erupsi sebanyak 14 kali pada Jumat yakni mulai pukul pukul 00.45 WIB
hingga pukul 20.37 WIB.

Erupsi pertama dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar
700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih
hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi itu terekam di
seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 116 detik.

Liswanto menjelaskan Gunung Semeru masih berstatus Waspada,
sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan
sejumlah rekomendasi. Di antaranya melarang masyarakat melakukan aktivitas
apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari
puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, katanya, masyarakat tidak boleh
melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di
sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan
aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 3
kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya
lontaran batu pijar.

Lebih lanjut ia mengatakan masyarakat perlu mewaspadai
potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai
atau lembah yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama
sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi
lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Topik Terkait