/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
JATINANGOR – Retret kepala
daerah gelombang kedua yang diikuti Bupati Banggai Ir Amirudin dan Wakilnya
Furqanuddin Masulili telah selesai dan resmi ditutup di Kampus Institut
Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,
Kamis (26/6/2025).
Kegiatan retret gelombang 2 yang diikuti Bupati Banggai itu
juga dikuti , 37 bupati, 36 wakil bupati, 3 wali kota dan 3 wakil wali kota.
Sementara itu, sembilan kepala dan wakil kepala daerah
tidak hadir dengan yang memiliki alasan karena sakit sebanyak enam orang) dan
izin kedukaan satu orang.
Seperti diketahui, peserta retret kali ini terdiri dari
tiga kelompok. Pertama, kepala daerah yang sudah dilantik namun belum sempat
mengikuti gelombang pertama.
Kedua, kepala daerah yang sebelumnya menghadapi sengketa
hasil Pilkada tetapi akhirnya tuntas, dan ketiga, kepala daerah hasil
pemungutan suara ulang (PSU) yang proses pelantikannya baru selesai.
Penutupan Retret
Gelombang 2
Suara terompet yang perlahan meninggi, disambut denting
marchingbell dan tabuhan drum dari dafile Gita Abdi Praja (GAP), menjadi irama
penutup yang mengiringi perpisahan para kepala daerah dengan lembah Gunung
Manglayang, tempat mereka digembleng selama lima hari penuh.
Para penabuh drum
itu berseragam beragam, namun yang paling mencolok adalah seragam biru dengan
celana putih.
Musik yang mereka mainkan menjadi semacam musik selamat
tinggal bagi para peserta.
“Para kepala
daerah yang kami hormati, selamat, anda sekarang ini sejajar dengan seluruh
kepala daerah yang juga mengikuti proses retret,” kata Wakil Menteri Dalam
Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, saat upacara penutupan, dikutip dari Antara.
Bima menjelaskan, retret kepala daerah merupakan ikhtiar
sekaligus perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran
pemerintahan, dari pusat hingga daerah, memiliki satu semangat dan arah dalam
mempersiapkan masa depan Indonesia.
“Retret adalah akselerasi, sinkronisasi, kolaborasi, dan
sinergi. Di sini, kebijakan dari pusat disampaikan secara jelas, sekaligus
dievaluasi dan diberi umpan balik oleh para kepala daerah agar strategi yang
diambil lebih matang dan efektif,” katanya.
“Di kaki Gunung Manglayang ini, kepala daerah dan praja
diingatkan, disemangati, dan dimotivasi untuk terus teguh melayani dan
mengabdi. Bhinneka Nara Eka Bhakti, walaipun berbeda, tetapi satu dalam
pengabdian,” ujarnya.
Untuk diketahui, retret kepala daerah gelombang 2 di Kampus
IPDN berlangsung mulai hari Senin (23/5/2025) yang dibuka oleh Menteri Dalam
Negeri Tito Karnavian, hingga Kamis petang.
Selama empat hari kegiatan retret ini, para kepala daerah
diberikan enam jenis materi yang terdiri atas ketahanan nasional, wawasan
kebangsaan, Asta Cita, program kementerian dan lembaga, tugas dan fungsi kepala
daerah, komunikasi politik serta team building.
Topik Terkait
Pilihan Untukmu
Soroti Layanan RSUD Luwuk dan Karhutla, Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Banggai
Dua Kasus Sabu Terungkap dalam Semalam, Polresta Banggai Sita 18,45 Gram
Hilang Kendali Tiga Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Poros Batui
Kapolsek Lamala Imbau Warga Cegah Karhutla dan Salurkan Bansos di Desa Sirom
Hilang Kendali di Jalan Menurun Desa Biak, Pengendara Motor 17 Tahun Tewas di tempat