Luwuk — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa wilayah Semenanjung Minahasa (Minahassa Peninsula), Sulawesi, diguncang gempa tektonik pada Minggu siang, 6 September 2026.
Berdasarkan data pemantauan sistem real-time BMKG, gempa terjadi tepat pada pukul 13.41 WIB atau 14.41 WITA. Hasil analisis awal mencatat gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo sebesar 4,8.
Pusat gempa atau episentrum terdeteksi berada di lokasi koordinat 0,39 LS dan 123,1 BT, tepatnya di perairan Teluk Tomini di lepas pantai utara Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Posisi episentrum tersebut berada sangat dekat dengan wilayah pesisir utara Banggai, seperti Kecamatan Pagimana dan sekitarnya, serta berhadapan langsung dengan gugusan Banggai Kepulauan (Pulau Peling) dan Kota Gorontalo.
BMKG mencatat bahwa sumber gempa bumi tersebut berada pada kedalaman yang tergolong dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut. Karakteristik gempa dangkal seperti ini umumnya membuat guncangan lebih terasa oleh masyarakat di kawasan pesisir terdekat.
Meskipun belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan akibat peristiwa ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi.
Warga disarankan untuk terus memantau pembaruan data dan informasi kebencanaan resmi melalui situs bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.
Pilihan Untukmu
Soroti Layanan RSUD Luwuk dan Karhutla, Cipayung Plus Gelar Aksi di DPRD Banggai
Dua Kasus Sabu Terungkap dalam Semalam, Polresta Banggai Sita 18,45 Gram
Hilang Kendali Tiga Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun di Poros Batui
Kapolsek Lamala Imbau Warga Cegah Karhutla dan Salurkan Bansos di Desa Sirom
Hilang Kendali di Jalan Menurun Desa Biak, Pengendara Motor 17 Tahun Tewas di tempat